Lembah Baliem Wamena, Pesona Hamparan Alam Pegunungan Papua

Lembah Baliem Wamena merupakan salah satu destinasi wisata terkenal di Papua. Destinasi wisata ini terletak berada di Wamena, Kabupaten Jayawijaya yang lokasinya masih alami. Bahkan tempat wisata ini tak terjamah oleh pembangunan yang masif khas perkotaan. Saking indahnya pemandangan, para wisatawan akan merasa berada di surga saat menginjakkan kaki di Lembah Baliem.

Lembah Baliem Wamena, Pesona Hamparan Alam Pegunungan Papua

Lembah Baliem ditemukan secara tidak sengaja oleh segerombolan orang yang sedang melakukan ekspedisi pada tahun 1938. Tempat yang menyimpan banyak pesona tersebut telah menjadi salah satu pesona di bumi Papua. Tidak hanya pesona kemolekan alamnya, tetapi juga budaya yang mengagumkan.

Pegunungan Mengelilingi Lembah Baliem

Lembah Baliem adalah lembah aluvial yang terpentang di ketinggian 1.500-2.000 mdpl. Lembah ini dikelilingi pegunungan karena letaknya di ketinggian. Suhu udaranya berkisar 10-15 derajat Celcius.

Memiliki panjang kurang lebih 80 km dan lebar 20 km, lembah ini dipotong oleh Sungai Baliem. Sungai Baliem mengalir dari Grand Valley menuju Laut Arafura. Lading penduduk berlatar puncak gunung juga menjadi teman untuk menuju Lembah Baliem ini.

Pasir Putih Tanpa Pantai Aikima

Lembah Baliem Wamena berbentuk perbukitan hijau dengan pemandangan sangat indah dan alami. Di atas sini, justru para wisatawan akan melihat pemandangan seperti pantai karena adanya pasir putih. Tekstur pasir putih di lembah ini sama persis seperti pasir yang ada di pantai, bahkan terasa asin.

Pasir putih inilah yang menguatkan pendapat bahwa lembah ini dulunya merupakan danau. Selain itu, ada batu-batu granit yang menyembul dari tanah. Kononnya, kawasan ini dulunya memang sebuah danau, tetapi akibat gempa yang menggeser lempeng-lempeng bumi, terjadilah perubahan alam.

Telaga Biru Maima

Terletak di Distrik Maima, Anda bisa mencapai lokasi ini menggunakan perjalanan darat selama kurang lebih 40 menit dari kota Wamena. Masyarakat Baliem meyakini bahwa telaga ini sebagai asal muasal manusia pertama di sini. Masyarakat Asli Lembah Baliem, Suku Dani meyakini bahwa ada manusia yang keluar dari Telaga Biru dan menjadi nenek moyang Suku Dani.

Saat akan mencapai telaga, pengunjung akan melintasi Jembatan Kuning Maima. Jembatan ini merupakan jembatan gantung modern terbuat dari besi dan kawat tembaga. Disinilah pengunjung akan dimanjakan dengan kesejukan dan perpaduan warna biru dan hijau. Telaga ini juga masih sangat alami dan jauh dari keramaian, sehingga memberikan ketenangan untuk para pengunjungnya.

Festival Lembah Baliem

Tidak hanya ada pesona alam, Lembah Baliem Wamena juga dirayakan dengan acara Festival Lembah Baliem. Festival ini merupakan acara perang antar Suku Lani, Suku Dani, dan Suku Yali. Perang dua suku ini pastinya aman untuk ditonton yang juga menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara.

Acara festivalnya berlangsung dalam 3 hari dan dilakukan pada bulan Agustus jelang perayaan Hari Raya Kemerdekaan Indonesia. atraksi ini bermakna positif bagi masyarakatnya, yakni yogotak hubuluk motog hanoro yang berarti harapan akan ada hari esok hari yang harus lebih baik dari hari ini.

Air Terjun Napua

Air terjun ini terletak di Distrik Napua dan berjarak sekitar 10 km dari Kota Wamena. Pengunjung akan melihat keindahan air terjun yang indah dan jernih belum tersentuh tangan manusia.

Danau Habema

Satu-satunya danau terbesar yang ada di Pegunungan Tengah adalah Danau Habema. Danau ini terletak sekitar 41 km dari Wamena dan bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Angin alam dan udara dingin yang menyatu dengan alam yang senyap memberikan kesejukan tiada tara.

Tidak hanya menawarkan panorama hamparan permadani hijau, Lembah Baliem Wamena juga menawarkan budaya yang eksotis. Mengingat indahnya panorama yang ada di Lembah Baliem ini, jika punya budget lebih, sempatkan untuk mengunjunginya.


Posting Komentar untuk "Lembah Baliem Wamena, Pesona Hamparan Alam Pegunungan Papua"